Lifestyle

Yang Menyebabkan Anak Melawan Orang Tua dan Cara Mencegahnya

Memang, semakin dewasa seorang anak biasanya akan semakin sulit diatur. Mereka biasanya memiliki pendapat dan pandangan sendiri yang diyakini benar. Sehingga tidak jarang dijumpai anak remaja maupun dewasa yang melawan orang tuanya.

Nah, apa saja sih moms penyebab anak suka melawan orangtuanya? Coba simak penyebabnya dibawah ini.

1.Komunikasi yang kurang tepat

Salah satu penyebab anak melawan orang tua adalah komunikasi yang kurang tepat.
Saat orangtua berkomunikasi dengan anak remajanya, kadang berakhir dengan pertengkaran. Salah satu kesalahan yang sering muncul biasanya terletak pada intonasi atau nada suara beserta pemilihan kata yang salah

2. Orangtua selalu mengkritik

Saran atau kritik terhadap sikap anak memang baik, sejauh itu disampaikan dengan bijak. Jangan hanya mengungkapkan hal negatif tentang anak. Komunikasi yang hanya berisikan kritikan atau suruhan saja, menjadikan anak selalu merasa disalahkan oleh orang tuanya. Akibatnya anak melawan untuk membantah kritikan orangtuanya.

3. Orangtua tidak memahami pembicaraan anak

Kadang, perbedaan generasi antara anak dan orangtua menyebabkan perbedaan komunikasi, yang mengakibatkan kesalahpahaman dan membuat anak melawan orangtuanya. Kadang orangtua juga melontarkan perkataan maupun jawaban yang tidak ada hubungannya atau tidak nyambung dengan pembicaraan sang anak.

4. Sikap otoriter orang tua

Sikap orang tua yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan mereka tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan sang anak, akan membuat anak berontak. Sikap otoriter ini biasanya didasari dengan perasaan merasa serba tahu yang dimiliki oleh orang tua, termasuk serba tahu tentang apa yang terbaik untuk anaknya. Bahkan mereka juga berpikir bahwa cara tegas dan keras ini dapat berhasil dalam membimbing dan mendidik anak. Padahal anak yang terus-menerus merasa ditekan, dipaksa, dan akhirnya tidak mampu lagi menurutinya, maka akan berontak dan melawan.

6. Pengaruh lingkungan

Pengaruh lingkungan juga turut andil dalam menyebabkan anak melawan orangtua. Hal ini biasanya berkaitan dengan tempat-tempat pergaulan anak setiap harinya, entah lingkungan sekolah ataupun rumah. Selain itu, lingkungan memang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya. Ketika mereka menemukan orang lain atau teman yang biasa melawan kepada orang tua, maka bisa jadi hal tersebut ditiru sehingga mereka pun juga ikut-ikutan melawan orang tuanya.

7. Anak yang terlalu dimanja

Anak yang selalu dimanjakan orangtua, selalu dipenuhi kebutuhan dan keinginannya akan tumbuh menjadi anak yang rapuh. Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, maka dia akan melakukan perlawanan. Perlawanan ini merupakan sebuah bentuk protes sang anak kepada orang tuanya yang tidak mampu memenuhi keinginannya seperti biasanya.

8. Mencontoh orang tua

Ingat ya moms, orangtua ada rule models bagi anaknya. Apa yang dilakukan orangtua akan dicontoh oleh anak. Seperti halnya ketika anak melihat orang tuanya yang sering bertengkar atau bersikap keras kepala. Lebih parah lagi jika sang anak menjumpai orang tua mereka yang tidak patuh kepada kakek dan neneknya, di mana kakek dan nenek merupakan orang tua dari orang tuanya sendiri. Kondisi itu sewaktu-waktu dapat ditiru dan anak pun terdorong untuk melawan orang tuanya sendiri.

9. Anak tumbuh tanpa bimbingan

Orangtua yang terlalu sibuk kadang lupa membimbing dan memperhatikan anaknya. Anak hanya dibekali dengan materi semata. Kurangnya perhatian, bimbingan, dan didikan inilah yang menjadikan anak kurang mendapat pelajaran sopan santun dan sikap baik lainnya, termasuk pelajaran mengenai tidak patutnya melawan orang tua. Sehingga mereka cenderung tumbuh menjadi pribadi egois dan suka melawan orangtua

10. Hubungan yang tidak harmonis

Hubungan tidak harmonis ini biasanya menjadikan ikatan kasih sayang dan pengertian antara anak dan orang tuanya berkurang. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan masalah diantara anak dan orang tua.

Nah itu tadi jangan terpancing berkata-kata atau bersikap kasar ya moms, menghadapi anak yang melawan. Hadapi dia dengan tenang. Jika emosinya telah reda, dekati dia dan peluklah. Kemudian ajak dia membicarakan masalahnya baik-baik.